Lewati ke konten utama
Provinsi

Besok Ratusan Massa Geruduk Kantor DPRD Kotim

Redaksi 31-08-2025, 06:08 WIB 2 menit baca
Dari depan Kantor DPRD Kabupaten Kotim
Dari depan Kantor DPRD Kabupaten Kotim

SB, SAMPIT - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Kesatuan Rakyat Sipil Kotawaringin Timur (Kotim) akan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kotim, Senin (1/9/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam aksi solidaritas nanti, massa akan melakukan orasi dan menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai respons atas perkembangan situasi nasional.

Salah satunya, mereka mengutuk keras tindakan represif aparat dalam berbagai demonstrasi yang berujung pada jatuhnya korban luka hingga jiwa.

"Aksi ini bukan untuk membuat keributan, tapi murni menyampaikan aspirasi. Kami ingin DPRD lebih memperhatikan persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya, Minggu (31/8/2025).

Ridho menegaskan, aksi damai tersebut juga sebagai bentuk penolakan terhadap segala tindakan represif aparat, menyusul insiden nasional yang belakangan ramai diperbincangkan. 

"Dengan tegas kami menolak segala bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap rakyat. Tindakan represif aparat bisa berdampak negatif di masa depan, merusak citra institusi negara, serta mengancam prinsip demokrasi dan supremasi sipil," tegasnya.

Untuk memastikan jalannya kegiatan, pihak kepolisian dan Satpol PP dijadwalkan ikut mengawal aksi agar tetap aman dan kondusif. Panitia juga menyebut seluruh persiapan teknis telah dilakukan.

"Sampai saat ini persiapan berjalan aman. Kajian data sudah lengkap, surat izin masuk ke Kapolres Kotim, dan beberapa pleton sudah menyiapkan pasukannya masing-masing," jelas Ridho.

Ia memprediksi jumlah massa yang hadir sekitar 200 orang sesuai dengan surat pemberitahuan. Namun tidak menutup kemungkinan peserta yang datang bisa lebih banyak.

"Mungkin sesuai surat sekitar 200 orang, tapi bisa saja lebih. Aksi ini kan bukan hanya dari mahasiswa atau pemuda, tapi juga menyangkut seruan seluruh masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Ridho juga mengundang para pengendara ojol, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat yang merasa resah dengan kondisi saat ini untuk bergabung menyuarakan aspirasi.

"Mari kita bersama-sama menyampaikan aspirasi. Namun, saya juga mengimbau agar jangan sampai terprovokasi. Mari kita tetap menjaga aksi ini berlangsung damai," tandasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard