Lewati ke konten utama
DPRD Palangka Raya

DPRD Palangka Raya Ajak Anak Muda Tanam Cabai, Solusi Tekan Harga dan Perkuat Ketahanan Pangan

Redaksi 25-03-2026, 09:40 WIB 2 menit baca
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan

SB, PALANGKA RAYA – Upaya menjaga stabilitas harga pangan kini didorong dari langkah sederhana. Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, mengajak generasi muda untuk aktif memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menanam cabai keriting di lingkungan rumah.

Menurutnya, peran anak muda sangat penting dalam menghadapi persoalan klasik, yakni fluktuasi harga cabai yang kerap terjadi pada momen tertentu seperti hari besar keagamaan atau saat pasokan terbatas.

“Kami mengajak generasi muda ikut andil menjaga stabilitas harga cabai dengan memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah untuk menanam cabai keriting,” ujarnya.

Yudhi menilai, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah menjadi salah satu penyebab utama lonjakan harga cabai. Karena itu, peningkatan produksi lokal menjadi solusi strategis yang bisa dilakukan secara kolektif, termasuk oleh masyarakat perkotaan.

Dengan memperbanyak budidaya cabai di tingkat rumah tangga, ketersediaan pasokan dinilai akan lebih terjaga, sehingga lonjakan harga dapat ditekan.

“Kalau produksi lokal meningkat, lonjakan harga bisa ditekan dan ketergantungan pada pasokan luar daerah dapat dikurangi,” jelasnya.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyoroti sisi ekonomi dari gerakan ini. Menurutnya, menanam cabai keriting tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang penghasilan tambahan bagi keluarga.

Apalagi, cabai merupakan komoditas dengan permintaan tinggi dan nilai jual yang relatif stabil di pasaran.

“Jika dikelola dengan serius, hasilnya cukup menjanjikan dan bisa menjadi sumber pendapatan tambahan,” tambahnya.

Yudhi menegaskan, generasi muda memiliki posisi strategis dalam mengembangkan pertanian skala kecil, khususnya di wilayah perkotaan yang masih memiliki potensi lahan pekarangan.

Langkah sederhana seperti menanam cabai dinilai mampu memberikan dampak nyata, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun kontribusi terhadap pasokan lokal.

Untuk mendorong minat generasi muda, Yudhi menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menyediakan program pelatihan, pendampingan, hingga akses sarana produksi.

Dengan dukungan yang tepat, ia optimistis semakin banyak anak muda yang tertarik terjun ke sektor pertanian.

“Jika produksi lokal kuat, harga akan lebih stabil dan kita tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar wilayah,” pungkasnya.

Gerakan sederhana dari pekarangan rumah ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju ketahanan pangan yang lebih mandiri di Kota Palangka Raya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard