Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Super AirJet Siap Mendarat Perdana di Sampit, Dorong Akses Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Redaksi 28-04-2026, 01:04 WIB 2 menit baca
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kabupaten Kotim, H Halikinnor ketika diwawancara oleh sejumlah awak media. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, memastikan penerbangan perdana maskapai Super AirJet dengan pesawat Airbus A320 akan mendarat di Bandara Haji Asan Sampit pada 7 Mei 2026.

“Kita sudah menerima jadwal dari pimpinan Lion Group bahwa insya Allah tanggal 7 Mei itu landing perdana pesawat Airbus 320 Super AirJet di Bandara Haji Asan Sampit,” ujar Halikinnor, Selasa (28/04/2026).

Menurutnya, kehadiran maskapai baru tersebut menjadi langkah penting dalam peningkatan konektivitas udara di Kabupaten Kotim, sekaligus membuka peluang baru bagi mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Halikinnor mengakui bahwa kondisi landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit saat ini masih memiliki lebar sekitar 30 meter, sementara standar idealnya mencapai 45 meter. Namun demikian, berdasarkan kajian teknis yang telah dilakukan, operasional pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320 dinyatakan tetap memungkinkan untuk dilayani di bandara tersebut.

“Memang kondisi runway kita masih sekitar 30 meter, belum ideal 45 meter. Tapi dari hasil kajian teknis, pesawat Airbus 320 tetap bisa beroperasi dengan aman,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahap awal penerbangan Super AirJet akan melayani rute Sampit-Jakarta pulang pergi. Namun ke depan, pemerintah daerah berharap rute penerbangan dapat diperluas ke sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

“Sementara ini rute Sampit–Jakarta, Jakarta–Sampit. Ke depan kita berharap bisa berkembang ke Surabaya, Semarang, bahkan terkoneksi untuk keberangkatan jamaah haji dan umrah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Halikinnor menilai kehadiran maskapai baru ini tidak hanya memperkuat layanan transportasi udara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama pada sektor perdagangan dan logistik.

“Pesawat itu tidak hanya membawa penumpang, tapi juga kargo. Ini tentu akan meningkatkan perputaran ekonomi kita di daerah,” ujarnya.

Ia juga berharap kehadiran tambahan maskapai dan peningkatan kapasitas penerbangan dapat menciptakan persaingan yang sehat, sehingga berdampak pada penurunan harga tiket pesawat yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

“Paling tidak dengan adanya pesawat ini ada pilihan bagi masyarakat. Biasanya kalau ada kompetisi, harga tiket bisa lebih terjangkau,” pungkasnya.

Kehadiran Super AirJet diharapkan menjadi momentum baru bagi peningkatan konektivitas udara di Kotawaringin Timur, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard