Genjot Kompetensi ASN Lewat Pelatihan Digital, Siapkan Aparatur Adaptif di Era Teknologi
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus mendorong peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) melalui pelatihan berbasis digital. Salah satunya melalui program Junior Office Operator yang difokuskan pada penguatan kemampuan administrasi perkantoran dan teknologi informasi.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Banjarmasin yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas ASN.
Staf Ahli Bupati Kotim, Rafiq Siswandi, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam menjawab tantangan birokrasi di era digital.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan terima kasih kepada BPSDMD Banjarmasin atas kontribusi dan kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan ini,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Rafiq menegaskan, peningkatan kompetensi ASN kini menjadi kebutuhan mendesak seiring pesatnya perkembangan teknologi. Aparatur dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga mahir dalam mengelola data dan sistem informasi secara efektif.
“Di era digital, kemampuan mengelola administrasi dan teknologi informasi menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi. ASN harus adaptif dan mampu bekerja secara cepat, tepat, serta akuntabel,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelatihan Junior Office Operator tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter ASN yang profesional, disiplin, dan berintegritas.
“Tujuannya agar ASN memiliki kapabilitas yang lebih baik, kinerja optimal, serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugas,” jelasnya.
Program ini juga merupakan bagian dari kerja sama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU). Ke depan, kolaborasi tersebut akan terus diperkuat guna mencetak aparatur yang siap menghadapi transformasi digital.
Rafiq berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini secara maksimal, baik dalam meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan kerja di masing-masing perangkat daerah.
“Saya minta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan aktif agar hasilnya benar-benar dirasakan dalam pekerjaan sehari-hari,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN merupakan investasi jangka panjang bagi daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Aparatur yang kompeten, profesional, dan berintegritas akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkasnya. (f1/sb)