Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan, Pemkab Kotim Kerahkan Tiga Ekskavator Normalisasi Drainase di Sa
SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir akibat meningkatnya curah hujan dengan melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan genangan di Kota Sampit. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim menurunkan tiga unit ekskavator sekaligus.
Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan kegiatan pemeliharaan drainase mulai dilaksanakan sejak Sabtu (9/5/2026) dan akan dilakukan secara bertahap serta berkelanjutan di sejumlah kawasan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Ini kegiatan pemeliharaan drainase untuk antisipasi banjir. Kegiatan dimulai dari tiga lokasi ini dan akan berlanjut terus,” kata Mentana di Sampit, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meminimalkan risiko banjir yang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur Kota Sampit, khususnya di wilayah dataran rendah dan kawasan padat permukiman.
Pekerjaan normalisasi dilakukan oleh tim UPTD Jalan, Jembatan dan Drainase dengan fokus awal di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang yang dinilai rawan mengalami genangan air.
Mentana menjelaskan, salah satu penyebab utama terjadinya genangan adalah pendangkalan saluran drainase akibat tumpukan lumpur, sedimentasi, dan sampah yang menghambat aliran air menuju Sungai Mentaya.
“Kalau drainase tersumbat atau mengalami pendangkalan, aliran air menjadi tidak lancar. Saat hujan deras, air mudah meluap dan menyebabkan genangan bahkan banjir di jalan maupun permukiman warga,” ujarnya.
Untuk mempercepat proses pengerjaan, pemerintah daerah mengerahkan tiga jenis ekskavator di lokasi berbeda sesuai kebutuhan lapangan.
“Tiga ekskavator diturunkan hari ini, yaitu ekskavator 130 di Jalan Dewi Sartika, ekskavator long di Ring Drain 1 atau Sei Mentawa, dan ekskavator mini mulai bekerja di kawasan Christopel Mihing,” ungkap Mentana.
Ia menambahkan, kegiatan normalisasi drainase tidak hanya dilakukan di kawasan perkotaan, tetapi juga akan menyasar sejumlah kecamatan lain di Kotim, termasuk wilayah selatan yang kerap terdampak banjir pada area permukiman maupun lahan pertanian masyarakat.
Menurutnya, pemeliharaan drainase secara rutin menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas saluran air tetap optimal, terutama menghadapi cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Selain melakukan penanganan teknis, Mentana juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase maupun sungai.
“Penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Dukungan masyarakat sangat penting, terutama dalam menjaga saluran drainase tetap bersih agar air bisa mengalir lancar,” katanya.
Ia berharap kegiatan normalisasi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman serta nyaman bagi masyarakat Kota Sampit.
“Mudah-mudahan pemeliharaan yang kita laksanakan ini bisa membawa dampak besar untuk mencegah banjir,” pungkasnya. (f1/sb)