Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Wabup Kotim Turun Langsung Tangani Banjir, Pemkab Gerak Cepat Atasi Genangan di Perkotaan

Redaksi 19-05-2026, 11:34 WIB 1 menit baca
Wakil Bupati Kotim, Irawati turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama sejumlah perangkat daerah. (FOTO:ISTIMEWA)
Wakil Bupati Kotim, Irawati turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama sejumlah perangkat daerah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak cepat menangani banjir yang melanda sejumlah kawasan perkotaan dan permukiman warga akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Bupati Kotim, Irawati turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama sejumlah perangkat daerah terkait, Senin (19/5/2026).

“Hari ini saya memimpin langsung gotong royong bersama OPD terkait karena hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kotim,” ujar Irawati.

Penanganan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Disdamkarmat, dan Satpol PP. Genangan terpantau di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang, termasuk ruas Jalan Cristopel Mihing, Walter Condrat, hingga Cilik Riwut.

“Yang terdampak juga fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas,” tambahnya.

Pemkab Kotim mengerahkan empat unit alat berat untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Namun, sejumlah titik tidak dapat dijangkau akibat bangunan warga yang menjorok ke aliran sungai. “Ada drainase yang tidak bisa ditangani alat berat karena kondisi bangunan di bantaran sungai,” jelasnya.

Pemerintah daerah sempat melakukan pendekatan terkait pembongkaran bangunan yang menghambat aliran air, dan mendapat respons positif dari warga setelah dilakukan dialog persuasif.

“Setelah kami turun langsung, masyarakat memahami dan bersedia bekerja sama,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kotim telah mengajukan permohonan bantuan alat penyedot air berkapasitas besar ke Balai Wilayah Sungai Kalimantan II untuk mempercepat surutnya genangan. Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempertimbangkan peningkatan status penanganan menjadi tanggap darurat banjir mengingat dampak yang meluas.

“Kami mempertimbangkan status tanggap darurat agar penanganan bisa lebih optimal,” tegasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard