Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Pemkab Kotim Targetkan Seluruh Kecamatan Miliki Relawan Pemadaman Kebakaran

Redaksi 02-06-2026, 02:28 WIB 3 menit baca
Bupati Kotim, H Halikinnor memasang atribut kepada petugas relawan Pemadam Kebakaran. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)
Bupati Kotim, H Halikinnor memasang atribut kepada petugas relawan Pemadam Kebakaran. (FOTO: SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat jaringan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) hingga ke tingkat kecamatan guna mempercepat penanganan kebakaran dan operasi penyelamatan di wilayah yang memiliki cakupan geografis luas.

Kepala Disdamkarmat Kotim, Akhmad Taufik, mengatakan kedua kecamatan tersebut kini resmi memiliki relawan yang akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu penanganan kebakaran dan penyelamatan di lapangan.

“Relawan damkar yang hari ini diresmikan berada di dua kecamatan, yaitu Mentaya Hilir Utara dan Mentaya Hilir Selatan. Untuk Mentaya Hilir Utara jumlahnya kurang lebih 32 orang, sedangkan di Mentaya Hilir Selatan atau wilayah Samuda berjumlah sekitar 40 orang,” ujar Akhmad Taufik, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, keberadaan REDKAR sangat penting karena dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan respons awal sebelum personel Damkar Kotim tiba di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, tujuan dari relawan damkar ini adalah membantu masyarakat dalam pemadaman api dan penyelamatan di lapangan yang lokasinya lebih dekat sebelum petugas Damkar Kotim datang. Dengan begitu api dapat lebih cepat dipadamkan dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan juga bisa segera dibantu. 

Sebagai instansi pembina, Disdamkarmat Kotim berkomitmen terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan para relawan agar mampu menjalankan tugas kemanusiaan secara optimal.

“Kami selaku pembina dan pengayom kepada para relawan mengajak seluruh anggota agar dapat bekerja dengan baik membantu masyarakat dan pemerintah, baik dalam pemadaman kebakaran maupun penyelamatan terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan akan datang dalam waktu dekat, seluruh relawan juga akan dilibatkan dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dalam mengantisipasi musim kemarau yang akan datang, rekan-rekan relawan akan membantu di beberapa sektor dan kecamatan yang sudah memiliki REDKAR. Mereka akan ikut membantu penanganan karhutla dan pemadaman api di lapangan,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, Disdamkarmat Kotim telah menyalurkan sejumlah perlengkapan dasar pemadaman dan alat pelindung diri (APD) kepada para relawan.

Saat ini, jumlah REDKAR yang telah terbentuk di Kotim mencapai sekitar 250 orang yang tersebar di enam kecamatan. Namun, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal berdasarkan luas wilayah Kabupaten Kotim yang memiliki 17 kecamatan.

“ Jumlah ini sebenarnya masih kurang karena berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dengan luas wilayah Kotim yang sangat besar, kebutuhan relawan ideal mencapai sekitar 1.000 orang,” jelasnya.

Karena itu, Disdamkarmat Kotim akan terus melakukan pembentukan dan pembinaan REDKAR secara bertahap di kecamatan-kecamatan yang belum memiliki relawan pemadam kebakaran.

Akhmad Taufik menilai keberadaan REDKAR selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam berbagai penanganan kebakaran dan operasi penyelamatan yang dilakukan bersama petugas Damkar.

“Peran mereka sangat terasa karena mereka adalah mitra strategis kami. Saat terjadi kebakaran ataupun penyelamatan, mereka selalu ikut serta bersama petugas dalam membantu pengendalian api maupun proses evakuasi di lokasi kejadian,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah mengabdikan diri membantu tugas-tugas kemanusiaan sejak pembentukan REDKAR di sejumlah kecamatan pada 2022 lalu.

“Dengan adanya peresmian ini, pertama kebutuhan SDM kita bisa lebih tercukupi. Kedua, secara bertahap seluruh kecamatan nantinya akan memiliki REDKAR dalam rangka membantu masyarakat menangani kebakaran yang terjadi di permukiman maupun wilayah lainnya,” tandasnya.

Pemerintah Kabupaten Kotim terus mendorong penguatan sistem perlindungan kebakaran berbasis masyarakat melalui pembentukan REDKAR sebagai langkah meningkatkan kecepatan respons darurat serta memperluas jangkauan layanan pemadaman dan penyelamatan hingga ke seluruh wilayah kecamatan. (f1/sb) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard