seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Percepat Tangani Karhutla di Kawasan Bandara, Bupati Kotim Kerahkan Dua Ekskavator

by Redaksi - Tanggal 01-09-2026,   jam 21:25:00
Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Bandara. (FOTO:ISTIMEWA) Bupati Kotim, H Halikinnor meninjau langsung penanganan karhutla di kawasan Bandara. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotim. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengerahkan dua unit alat berat jenis ekskavator untuk mempercepat penanganan karhutla di kawasan sekitar Bandara H. Asan Sampit.

Pengerahan alat berat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kotim H. Halikinnor, S.H., M.M., saat meninjau langsung lokasi penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Dandim 1015/Sampit, Kapolres Kotim, serta sejumlah unsur instansi terkait.

Dua unit ekskavator tersebut dikerahkan untuk membuka akses menuju lokasi yang sulit dijangkau petugas sekaligus membuat kanal dan sekat bakar sebagai bagian dari strategi untuk mengendalikan pergerakan api.

Bupati Halikinnor mengatakan, keberadaan alat berat sangat dibutuhkan mengingat kondisi sebagian kawasan yang merupakan lahan gambut dan memiliki karakteristik sulit dijangkau dalam proses pemadaman.

“Hari ini kita menurunkan dua alat berat berupa ekskavator yang kegunaannya untuk membuat kanal dan sekat bakar, sekaligus membuat jalan bagi petugas pemadaman agar lebih mudah masuk ke daerah-daerah yang berada di bagian dalam,” kata Halikinnor.

Menurutnya, akses yang dibuka melalui pengerjaan alat berat tidak hanya mendukung mobilisasi personel dan peralatan pemadaman, tetapi juga diharapkan dapat menjadi penghalang untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

“Jalan ini harapannya juga berfungsi sebagai kanal dan sekat bakar untuk menahan agar api tidak melebar ke mana-mana,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, pengerjaan saat ini difokuskan di kawasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara H. Asan Sampit yang menjadi salah satu area prioritas dalam upaya perlindungan dan pengendalian karhutla.

Selain membuat kanal, sekat bakar dan akses jalan, alat berat juga dapat dimanfaatkan untuk membuat kolam atau embung penampungan air pada lokasi yang memungkinkan.

“Selain pemadaman yang terus berjalan, kita juga dibantu alat berat untuk membuat kanal-kanal. Jika ada kawasan yang memungkinkan, kita gali untuk membuat tampungan air sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses pemadaman,” jelas Halikinnor.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kotim untuk memperkuat strategi penanganan karhutla, tidak hanya melalui pemadaman api, tetapi juga dengan membangun infrastruktur pendukung yang dapat mempercepat akses petugas dan menghambat penyebaran api.

Seiring diperpanjangnya status tanggap darurat karhutla, sinergi lintas sektor juga terus diperkuat. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, perangkat daerah, instansi vertikal, relawan dan unsur terkait lainnya terus melakukan pemantauan, pemadaman serta langkah pencegahan di sejumlah lokasi rawan karhutla.

Bupati Halikinnor menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan respons cepat seluruh unsur. Pemerintah Kabupaten Kotim akan terus mengoptimalkan sumber daya yang tersedia untuk melindungi masyarakat, lingkungan, serta kawasan strategis daerah dari dampak karhutla. (*)