Dorong Pemko Optimalkan Posyandu Cegah Dini Stunting di Palangka Raya
SB, PALANGKA RAYA – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Maka dari itu Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui instansi teknisnya berupaya optimal untuk mengurangi angka stunting di kota setempat.
Saat dibincangi awak media, Jumat (03/03/2023) lalu terkait peran posyandu dalam mencegah dini stunting, Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi mengatakan, Keberadaan pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang tersebar di Kota Palangka Raya, diharapkan mampu menjadi salah satu wadah dalam mencegah terjadinya kasus stunting.
Hasan mengungkapkan, saat dirinya beberapa waktu lalu menghadiri acara pertemuan kader posyandu se Kota Palangka Raya, banyak saran masukan serta berbagai hal yang menyangkut bagaimana penanganan stunting di Kota Palangka Raya.
“Ada baiknya, masyarakat diberikan pengetahuan tentang apa itu stunting, dimana dalam dunia kesehatan stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar,” katanya
Sementara lanjutnya bagaimana peran posyandu dalam mencegah stunting, maka perannya bukan hanya terkait vaksinasi, namun, keberadaan posyandu bisa dimanfaatkan untuk memantau tumbuh kembang anak. Seperti mengukur berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak diukur untuk mendeteksi sejak dini jika terjadi hal-hal tidak diinginkan seperti kekurangan gizi.
“Intinya, posyandu memiliki peran yang penting dalam deteksi dini tumbuh kembang pada anak. Disisi lain, posyandu dapat menjadi wahana pertama untuk meningkatkan pencegahan stunting,” jelasnya.
Hasan berharap, dengan keberadaan beberapa posyandu aktif yang tersebar di Kota Palangka Raya, mampu berperan sebagai garda terdepan dalam pelayanan dasar kesehatan masyarakat dan dapat mengurangi anak-anak disekitar menderita kekurangan gizi. (mda/ok)