Terpilih Jadi Damang MB Ketapang, Misnawati Fokus Benahi Kelembagaan Adat
SB, SAMPIT – Misnawati terpilih sebagai Damang Kepala Adat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tahun 2026. Dalam pemilihan tersebut, Misnawati memperoleh 11 suara dari total 35 pemilih, mengungguli lima kandidat lainnya.
Usai terpilih, Misnawati menegaskan tidak ingin larut dalam euforia kemenangan. Ia menyadari masih banyak tanggung jawab yang harus dijalankan, terutama dalam memperkuat kelembagaan adat dan melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas keberhasilan ini. Namun, saya tidak serta-merta berbangga diri karena masih ada tanggung jawab besar di depan yang harus saya laksanakan ke depannya,” ujarnya, Senin (19/10/2026).
Misnawati mengatakan, dalam jangka pendek, dirinya akan memprioritaskan pembenahan kelembagaan adat, termasuk keberadaan mantir adat di tingkat kecamatan.
Langkah tersebut dinilai penting agar struktur kelembagaan adat dapat berjalan lebih optimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Menurutnya, saat ini terdapat sejumlah posisi mantir yang belum terisi karena beberapa di antaranya telah meninggal dunia. Kondisi tersebut akan menjadi salah satu hal yang terlebih dahulu dibenahi setelah dirinya menjalankan tugas sebagai Damang Kepala Adat.
“Untuk jangka pendek, saya akan membenahi kelembagaan ini dulu, mulai dari mantir sampai mantir kecamatan. Ada mantir yang sudah meninggal dan ada yang masih kurang, itu yang akan saya benahi terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, untuk jangka panjang, Misnawati berkomitmen memperjuangkan pelestarian adat dan budaya lokal di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Ia menilai sejumlah tradisi dan budaya setempat mulai mengalami kemunduran sehingga perlu kembali diperkenalkan dan dilestarikan agar tidak hilang.
“Untuk jangka panjang, saya tetap akan berusaha melestarikan budaya adat yang ada di sini. Budaya lokal sudah mulai agak punah, dan itu yang harus saya perjuangkan untuk mengembalikan serta melestarikannya,” tegasnya.
Misnawati mengaku tidak menyangka dirinya akan terpilih dalam pemilihan tersebut. Ia menilai seluruh kandidat yang ikut berkompetisi merupakan sosok yang memiliki kemampuan dan kualitas masing-masing.
Sebelum pemilihan, dirinya juga telah menyatakan siap menerima apa pun hasilnya dengan lapang dada. Baginya, kemenangan bukan akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjalankan amanah yang diberikan.
“Dari enam kandidat lainnya, mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Saya pun tidak menyangka bisa berada di posisi ini. Kalau saya kalah, saya akan berterima kasih kepada mereka dan menerima kekalahan dengan ikhlas. Namun, ketika saya menang, insyaallah perjuangan ini akan saya lanjutkan,” ungkapnya.
Terkait kemungkinan adanya gugatan terhadap hasil pemilihan, Misnawati menyatakan siap menghadapi proses tersebut. Ia mengaku telah melewati tahapan pemilihan dan akan menghormati setiap keputusan yang nantinya ditetapkan sesuai ketentuan.
Misnawati menyebut akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta kepala desa. Koordinasi tersebut diperlukan untuk membahas kebutuhan dan mekanisme pengisian posisi mantir adat.
Ia menjelaskan, proses pemilihan atau perekrutan mantir tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Damang, melainkan melibatkan pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.
“Nanti saya akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan, lurah, dan kepala desa. Saya akan meminta rekomendasi mereka apakah para kandidat bisa direkrut atau bagaimana mekanismenya. Karena perekrutan mantir bukan hanya dari Damang, tetapi juga dari desa dan kemungkinan dipilih melalui tokoh-tokoh masyarakat di sini,” pungkasnya. (f1/sb)